Jual Saham United, Glazer Dikecam

Channelbola

 Jual Saham United, Glazer Dikecam – Suporter MU kembali dibuat panas oleh sang owner klub, yakni Keluarga Glazer. Tapi, ternyata bukan hanya suporter United saja yang dibuat gusar, tapi juga para investor yang menanam saham untuk klub yang telah 19 kali menjuarai Liga Inggris ini, karena Glazer berencana untuk menaikkan saham klub di Amerika Serikat.

Keluarga Glazer yang diwakili oleh Avram dan Joel Glazer yang menjadi CEO MU berencana melego saham MU sebesar 330 juta dollar AS (210 juta pound) atau sekitar 3,116 triliun rupiah, dan berusaha untuk meningkatkan pendapatannya di Singapura menjadi 1 miliar dollar AS atau sekitar 9,445 triliun rupiah.

Namun, ada kerancuan dalam penjualan ini, karena MU harus membayar hutang sebesar 680 juta dolar AS atau sebesar 6,422 triliun rupiah, maka ditengarai apabila sisa dari simpanan tersebut bakal masuk ke kantong keluarga Glazer, dengan struktur pemegang saham kelas B dari keluarga Glazer memegang hak voting sebesar 10 kali lebih besar dibanding pemegang saham kelas A yang dijual ke publik.

“Suporter sangat marah dengan keputusan ini,” ujar Duncan Drasdo, ketua eksekutif dari Persatuan Suporter Manchester United. “Keluarga Glazer telah membebani MU dengan hutang sebesar 550 juta pound (8,136 triliun rupiah) dan sekarang ingin mengeruk keuntungan bagi diri mereka sendiri dengan melakukan penjualan (saham) ini,” Drasdo menambahkan.

Namun ternyata, tidak hanya suporter yang gerah akan ulah Keluarga Glazer tersebut, tetapi juga para investor, yang dingin menanggapi keputusan Keluarga Glazer yang ingin meningkatkan keuntungan dengan cepat. “Investor bukanlah sekumpulan orang bodoh, dan nilai klub ini bukanlah sebesar itu. Keluaga Glazer menginginkan keuntungan untuk mereka sendiri; dari struktur pemegang saham sendiri sudah terlihat bagaimana mereka ingin mengontrol semua kebijakkan yang ada,” ujar fans MU yang juga manta pesepakbola profesional, Michael Jarman, sekaligus Kepala Strategi Pemasaran perusahaan H2O.

Jarman mengakui bahwasanya ada sejumlah cara investasi yang lebih menarik, di mana pemegang saham mendapatkan keuntungan lebih dan mendapat kesempatan untuk mendapatkan pertumbuhan modal. “Manchester United adalah lahan basah untuk bisnis apabila terbebas dari hutang,” Jarman melanjutkan. Akan tetapi, Jarman pun mengakui apabila di Old Trafford, markas MU, akan kehilangan nilainya apabila masih bermasalah dengan hutang, dan menganggap bahwa klub ini dinilai terlalu tinggi dari kenyataannya.

Di lain pihak, ada pula yang percaya kalau sistem keuangan The Red Devils, julukan MU, telah terlalu banyak diutak-atik oleh beberapa pihak, sehingga para investor tidak memiliki hak untuk mengambil keputusan dan tidak mendapatkan dividen dari para direksi. Akan tetapi, ada pula yang percaya bahwa keadaan keuangan MU tidaklah seburuk yang dibayangkan khalayak ramai; seperti yang diungkapkan oleh makelar saham dari Brewin Dolphin, Roy Kaitcer.

Kaitcer percaya, apabila strategi berhasil maka MU bakal bisa mengurangi hutang setidaknya 100 juta dollar. Selain itu, Kaitcer juga berpendapat bahwa Keluarga Glazer mampu mengubah utang dari beberapa perusahan miliknya menjadi utang bergerak dari perusahaan yang satu ke perusahaan yang lain.

Hutang MU yang semakin membengkak mulai mengganggu pergerakan pelatih MU, Sir Alex Ferguson, dalam beberapa bursa transfer belakangan, sementara rival-rivalnya terus melakukan pembelian yang gila-gilaan. Oleh karena itu, apabila strategi ini gagal maka Glazer hanya akan menambah kebencian Manchunian, julukan untuk suporter MU, kepada Keluarga Glazer.(GAN/BBC

Kami merekomendasikan Channel Bola sebagai Master Agent Betting Online untuk pengunjung yang ingin bermain game sbobet, ibcbet, SoA888, casino online, bola tangkas dan berbagai game online lainnya. Silahkan klik gambar di bawah ini untuk melakukan pendaftaran secara gratis di Channel Bola.

Daftar Channelbola

Comments are closed.